diteruskan dari milis Bahtera

▪ UU No. 24 tahun 2009 yang disahkan 9 Juli 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam semua nota kesepahaman, kontrak, atau perjanjian yang melibatkan pihak Indonesia, dan dalam forum yang bersifat nasional atau internasional yang diselenggarakan baik di Indonesia maupun di negara lain.

▪ Hal ini berarti semakin terbuka lebarnya peluang kerja bagi penerjemah dan juru bahasa di Indonesia. Siapkah SDM di bidang penerjemahan dan penjurubahasaan kita untuk menyambut peluang ini? Apa sesungguhnya latar belakang penyusunan dan penerbitan UU ini, dan apa makna penerapannya bagi kehidupan berkarya penerjemah dan juru bahasa di Indonesia?

Untuk mengetahui lebih lanjut, hadirilah Diskusi HPI: “UU NO. 24/2009: PELUANG KERJA BAGI PENERJEMAH & JURU BAHASA INDONESIA”

Menghadirkan nara sumber:

– Dr.Sugiyono (Pusat Bahasa)

– Dra. Junayah H. Mananggui, M.Hum. (Konsultan Bahasa Indonesia di DPR)

yang akan diselenggarakan pada:

Tempat: Ruang Samudera, Pusat Bahasa, Rawamangun

Jl. Daksinapati – seberang Lapangan Golf Rawamangun, sebelah Universitas Jakarta (dahulu IKIP)

Hari/Tanggal: Sabtu, 16 Januari 2010

Waktu: pukul 9.30 – 12.30

Biaya (termasuk sertifikat dan kudapan rehat kopi):

Rp75.000,- (anggota HPI)

Rp100.000,- (umum)

Untuk keterangan lebih lanjut, harap hubungi: 081317677494 (Humas HPI), 08988514069 (Panitia), atau email: sekretariathpi@ gmail.com

Sekretariat Himpunan Penerjemah Indonesia

Jalan Veteran 1 No. 29, Jakarta 10110

Telpon: +62(0)81317677494;

Email: sekretariathpi@ gmail.com;

Laman: http://www.hpi-net. org

remaja oh remaja

December 31, 2009

Hari ini untuk kesekiankalinya saya ngomel, “Emang anak anak remaja itu selalunya ngeselin dan gak punya tata krama ya??” Ini sih gara-garanya say liat-liat wall di facebook saya dan notice satu postingan:

Hay nita,,
Lam knaL yUa,,

First of all. SAYA ALERGI BACA TULISAN BERGAYA ALAY. There.

Second of all, that came from a girl half my age. I am old enough to be her mother for goodness sake. And she dares call me by my first name?

Sombong? Sok tua? Belagu? Memang. saya gak bilang kalau saya bertatakrama bak kaum ningrat, atau kaum terpelajar lainnya. Saya juga sering bikin kesalahan dalam hal bersopan santun. But, I try my best not to address someone much older than me by calling them by first name basis.

Setelah post misuhan saya di Twitter dan Facebook, of course tanggapan standar bermunculan, “Kayak gak pernah remaja aja.”😄

Haha siyal, kesentil. Iya saya pernah remaja. Dan saya pernah melakukan hal-hal yang menurut kaum tetua jaman dulu itu sebagai obnoxiously irritating and ill-mannered. Entah kenapa dulu itu saya justru bangga loh sama kelakuan najong saya😛 Saya ngerasa hebat karena gak takut sama orang dewasa. Dan juga mau menunjukkan bahwa ini saya bukan anak kecil loh. Saya udah gede, jadi jangan coba coba perlakukan saya kayak anak kecil.

Masa remaja, kalo menurut Spears “Not a girl, not yet a woman.” Masa labil di mana pencarian jati diri lagi happening-happeningnya. Lagi bingung antara ABG dan kedewasaan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.